#Excercise 3 ( Origami, Seni Melipat Kertas yang Mengandung STEAM)

 

Haloo bunda bunda semua, kali ini dapat tugas untuk merefleksikan kegiatan yang paling tidak memiliki nilai STEAM, seperti yang sudah dijelaskan pada latihan pertama, STEAM merupakan metode pendekatan dalam bidang pendidikan yang mengandung sains, teknologi, enginering, art dan math. sebenarnya refleksi ini membuat saya baru menyadari ada banyak kegiatan dalam kehidupan sehari hari yang mengandung beberapa point dari STEAM atau mungkin mencakup semuanya. 

Kali ini saya akan mengangkat tentang origami. Bunda-bunda pasti sudah banyak yang tau apa itu origami, ya...origami merupakan seni melipat kertas yang mengubahnya dari selembar kertas menjadi berbagai bentuk dengan teknik lipatan yang berbeda beda. Dari dulu saya sudah senang bermain origami, semakin punya anak saya makin senang mencoba membuat origami dengan teknik lipatan yang makin marah di internet. Maklum, dulu awal mula saya mengenal origami, internet belum gampang diakses seperti sekarang, latihan berulang -ulang adalah kunci saya untuk terus bisa mengingat bagaimana agar lipatan tersebut bisa hapal diluar kepala. dulu pun saya belum mengenal konsep STEAM, jadi origami bagi saya dulunya adalah sesuatu yang keren karena bisa melipat kertas dan menghasilkan bentuk yang beraneka ragam. Karena untuk orang yang tidak mengenal origami tentu takjub melihat orang melipat kertas dengan cepat dan berubah menjadi bentuk bunga, burung, kipas, camera dan sebagainya.

Semenjak memiliki anak itu juga merupakan satu kemampuan yang senang dilihat oleh anak saya, keahlianpun bertambah, mereka senang dibuatkan burung, pesawat terbang, kapal, kodok bahkan suriken, senjata yang biasanya digunakan oleh ninja hihihii, jadi seperti membuat replika yang aman untuk digunakan oleh anak-anak. Saat membuat tugas ini saya merefleksikan kembali bagaimana saya membuat sebuah origami, ternyata origami tersebut mengandung nilai STEAM loh bunda bunda, permainan kertas sederhana ternyata mengajarkan kita banyak hal. saya akan mencoba menguraikannya ya, siapa tau menjadi refleksi untuk bunda bunda juga.

Sains : Bagaimana sains bisa ada di dalam origami ya, seni melipat yang ada di origami bisa membentuk pola pola yang beraturan, menciptakan suatu bentuk yang lebih kuat dari yang awalnya hanya selembar kertas, salah satu contohnya adalah ketika membuat origami suriken, kertas yang hanya selembar tentu tidak akan sakit jika dilemparkan ke arah kita bahkan mungkin tidak akan terlempar jauh, tapi ketika kertas tersebut dilipat membentuk suriken, maka kekuatan kertas tersebut bertambah dan menghasilkan gaya, jadi ketika dilempar , lemparan akan semakin jauh dan tentunya kan lebih sakit dibanding dengan 1 lembar kertas. Tetapi karena bahan dasarnya kertas, maka cukup aman jika dimainkan oleh anak anak. hasilnya seperti gambar dibawah ini ya :

👇

Teknologi : Teknologi yang ada saat proses pembuatan origami adalah bagaimana kita melakukan proses untuk meningkatkan suatu barang menjadi lebih berguna dan membantu kehidupan manusia. sama seperti selembar kertas yang mungkin awalnya hanya digunakan untuk menulis, tapi ternyata menjadi hal yang dapat membantu kehidupan manusia, dengan adanya origami, selembar kertas bisa menjadi replika hewan, alat , bunga dan pemanfaatannya bisa digunakan orang tua misalnya membuat replikaa burung, camera, pesawat yang bisa menjadi sarana pembelajaran bagi anak anak tanpa menggunakan alat yang berbahaya. Bahkan origami juga manjadi mini sampe dalam pemanfaatan teknologi yang lebih besar lo.

Engineering : Teknik yang digunakan dalam origami adalah teknik melipat kertas hingga membentuk sudut, lipatan yang presisi, menumpuk lipatan hingga membuat kertas tadi menjadi bentuk yang diinginkan. 


 

Art :  Seni adalah keahlian dalam membuat suatu karya sehingga menghasilkan suatu nilai mutu yang lebih pada barang, bisa dari bentuknya, keindahannya. Nah kita bisa melihat dari origami, bagaimana lipatan pada kertas dapat membentuk sesuatu yang unik, sehingga bisa menarik perhatian orang lain, origami gak hanya dipelajari oleh anak anak lo, orang dewa juga banyak yang senang bermain origami. bunda bunda juga pasti tau, origami merupakan budaya melioat kertas yang berasal dari jepang.

Math : Nah sekarang soal matematika, apakah ada juga di kegiatan membuat origami? tentu saja ada, saat melipat origami kita harus menghutung berapa lipatan yang dibuat, membentuk segitiga sama sisi atau sama kaki, kita juga harus membagi kertas dengan presisi, jadi ada banyak pelajaran matematika yang ada di origami

Nah bunda bunda itu mungkin sedikit refleksi saya terkait kegiatan membuat origami yang memiliki nilai STEAM, bunda bunda juga bisa merefleksikan banyak kegiatan lainnya dalam kehidupan kita sehari hari, selamat mencoba ya 😉.

#Excercise 2 ( Refleksi kembali Terkait HAKI)


haiiii semuaa, walaupun emang baru bisa buat tugas di waktu mendekati deadline, tapi materi sabtu kemarin cukup membekas juga ternyata, yupp materi sabtu kemarin adalah tentang HAKI (Hak Atas Kekayaan Intelektual). Mungkin sebenrnya kita semua sering bersinggungan dengan hal ini, apalagi di era yang saat ini sosial media memegang peranan cukup besar dalam kehidupan kita. Kita sering banget posting, share materi kegiatan atau informasi, copy paste yang rasanya cukup cepat dilakukan dengan jentikan jari. Yang tanpa kita sadari ternyata mungkin dalam hal hal yang kita share itu adalah hasil dari pemikiran orang lain. yang tentunya dalam kehidupan kita sendiri mungkin rasanya gak nyaman banget kalau apa yang sudah kita buat dengan segala keterbatasan waktu, kemampuan sampai menghasilkan sesuatu yang mungkin bisa bermanfaat untuk kita dan orang lain tapi tiba tiba diambil tanpa seizin atau sepengetahuan kita.

kalau menurut saya sendiri , mengapa sampai orang perlu mendaftarkan karyanya untuk mendapatkan HAKI adalah untuk menjaga karya yang dihasilkan berdasarkan kemampuan pikiran seseorang agar tidak disalah gunakan. Dan untuk hal tersebut mungkin ada etika tidak tertulis yang mungkin bisa juga kita gunakan ketika misalnya melihat atau mendapatkan materi dari orang lain, baik dari sumbernya secara langsung atau memang dari hasil sharing orang lain. Untuk mengingatkan diri sendiri juga, saya tulis aja ya beberapa diantaranya :
 

  1. Melihat ada tidaknya HAKI yang telah didaftarkan , sebenernya temen-temen tujuannya buka kalau tidak ada HAKI kemudian kita bisa bebas saja menggunakan, tapi untuk melihat misalnya materi tersebut apakah sebenarnya bisa kita gunakan tapi tidak untuk kepentingan komersil, apakah boleh kita ambil kemudian kita edit, atau misalnya hanya kita simpan untuk diri sendiri.
  2. Mencantumkan sumber : jika memang kita merasa bahwa suatu materi baik, tulisan, gambar atau video berguna untuk kita kemudian ingin kita sebarkan, sebagiknya cantumkan sumber darimana kita mendapatkan materi tersebut
  3. Meminta ijin : gak ada salahnya lo kalau kita mendapatkan suatu materi kita ijin ke pemilik materi tersebut misalnya untuk capture atau misalnya mau kita share
  4. Kalau misalnya kita menggunakan sosial media  biasnaya juga udah ada fitur share yang diberikan, jadi selain itu memberikan notifikasi kepada pemiliknya, orang lain yang melihat juga bisa langsung menuju laman sumber

sekian ya refleksi kita kali ini sedikit tentang HAKI, semoga kita bisa selalu menghargai karya orang lain 😃

#Excercise 1 (Tujuan bergabung dengan KIMS dan Rencana Orientasi)


Haii.. halo semua.. kali ini saya akan berbagi sedikit cerita tentang komunitas yang baru aja saya bergabung di dalamnya, namanya Rumah Main STrEAM (Science | Technology/TRaditional | Engineering| Art | Mathematics). Jadi untuk bergabung di komunitas ini gak segampang memang dibanding beberapa komunitas yang pernah saya ikuti. Ingat banget awalnya tau komunitas ini dari kakak saya yang emmang sudah mengikuti batch 1 dan lolos, dan dari sana saya melihat kegiatan anak-anak begitu kreatif dan seru. Karena kebetulan ponakan-ponakan saya juga tidak jauh usianya dari anak anak saya, jadi udah kebayang banget nanti mereka juga bisa berkreasi seperti kakak kakaknya.

Ketika ada pendaftaran untuk batch 2, saya akhirnya memberanikan diri untuk mendaftar, walaupun awalnya ragu ragu, karena memang selain saat ini bekerja dari rumah, kakak juga sudah disibukkan dengan tugas sekolah, bisa gak ya nanti konsisten, bisa gak ya nanti tepat waktu mengerjakan tugas, atau bisa g ya berkomitment sampai akhir, Tapi akhirnya tombol submit pendaftaranpun aq klik.

Semenjak menjadi ibu, memang rasanya keinginan untuk belajar itu semakin besar, karena sebagai orang tua rasanya masih banyak sekali kekurangan, bukan ingin terlihat pintar di depan anak, tapi rasanya tanggungjawab untuk mendidik anak menjadi lebih baik adalah tujuan yang menguatkan diri untuk selalu haus akan ilmu terutama ilmu parenting.

Pendekatan STEAM yang saya baca pada sosial media yang tersedia, membuat saya tertarik, dengan harapan saya juga bisa belajar bagaimana  sebenernya konsep STEAM yang bisa diterapkan kepada anak anak. dan apabila saya dapat mempelajari dan menerapkan kepada anak anak nantinya, harapannya saya juga dapat berbagi dengan lingkungan sekitar , sehingga membawa manfaat bukan hanya untuk saya dan keluarga.

Masa Orientasi ini berlangsung 7 minggu dimana setiap hari sabtu pada pukul 14.00 WIB ada materi yang disampaikan dimulai dari pengenalan dan materi materi yang berangsung-angsur disampaikan setiap minggunya oleh narasumber yang kompeten. Sebagai ibu bekerja tentu harus ada strategi yang ingin saya terapkan agar berhasil untuk mengikuti masa orientasi ini, beberapa hal yang saya rencanakan adalah sebagai berikut :

  1. Membuat jadwal, setiap sabtu sebenarnya adalah waktunya kami mudik. dan dengan teknologi yang ada sekarang sangat emmungkinkan kita melakukan video conference dimana saja dan kapan saja, jadi saya langsung membuat jadwal pada google calender dan memasang alarm 15 menit sebelum zoom dilakukan, sehingga saya tidak ketinggalan dalam mengikuti jadwal rutinnya
  2. Tidak menunda untuk membuat tugas, ini tentu sangat menantang sekali, karena memang tugas yang diberikan tidak diketahui sampai materi selesai disampaikan, jadi akrena beberapa tugas deadline di weekdays , maka g ada salahnya untuk tidak menunda melaksanakan tugas
  3. Menginfokan kepada orang terdekat, ini lebih berfungsi sebagai pengingat dan tentunya agar orang sekitar kita juga aware bahwa kita punya kegiatan baru sehingga tidak mengganggu kegiatan lainnya dan dapat lebih dimaklumi.
  4. Berusaha aktif, kegiatan ini sebenernya membuka peluang yang sangat besar untuk belajar, jadi supaya penyerapan ilmu lebih baik lagi, saya akan mencoba untuk lebih aktif dalam komunitas

Nah itu tadi kira kira visi saya dan bagaimana cara agar konsisten dalam menjalani orientasi...tunggu cerita selanjutnya ya teman teman 😃

Bandung , kereta dan perjalanan dinas pertamaku, apa kabar kita hari itu?

2 April 2014, adalah perjalanan dinas pertama setelah bergabung di Gamatechno induk perusahaan PT Solusi Kampus Indonesia (bisa kunjungi website ecampuz di https://ecampuz.com/) sebagai application spesialist. Seneng banget sih karena dinas pertama itu ke bandung dan pertama kali juga naik pesawat dengan jenis ATR, itu lo pesawat yang pake baling baling terus kalo terbang gak tinggi tinggi banget. Perjalanan dinas kali ini ditemenin lead dan developer senior yang mana kita juga belum kenal banget, ya gimana mau kenal saat itu lead aja gak pernah ketemu sampe mau perjalanan dinas karena seringnya pergi dinas. Okee kegiatan dinas kami kala itu lancar- lancar aja, kita melakukan presentasi dengan baik dan saya mulai memhami jobdesk saya ketika nanti melakukan perjalanan dinas untuk client lainnya. Semangat untuk mempelajari hal baru dan tau  betapa menyenangkannya pekerjaan ini dapat menjadi pelipur rasa takut saya ketika menghadapi orang baru. Setelah urusan pekerjaan selesai, besok sorenya 4 April 2014 kami pulang menggunakan kereta api. Masih inget banget pas masuk ke kereta, senior dev ini tu nyeletuk, “kereta kok namanya m*labar”, coba nama lain apa kek gitu sambil ketawa ngeledek. Waktu itu kami cuma senyum senyum aja karena kalau gak kenal pasti mikir ini sendev orangnya serius banget, padahal lawak parah.Saat itu kami duduk di gerbong eksekutif 2, gerbong kedua dari gerbong paling depan.

Kereta mulai berjalan, suasana bandung yang sejuk, ditambah aroma senja dengan menawarkan rintik rintik gerimis dari jendela kereta. Magribpun berlalu sebelum tiba tiba ada lemparan batu dari arah luar yang membuat 1 gerbong heran, karena memang kami berada ditepi jurang, darimana asal batu yang tiba tiba terlempar ke jendela. Tapi setelahnya semua orang pun kembali beraktifitas masing-masing. Karena memang kita belum makan, jadi lead saya dan dev senior menawarkan saya agar bergantian untuk makan, karena saya belum terlalu lapar jadi saya pesan nasi goreng untuk dibawakan ke meja saya sementara saya menjaga barang barang . Mereka memesan makanan di gerbong resto kereta yang tepat dibelakang gerbong kami. Saya melanjutkan membaca buku sambil mengangkat kaki dan berselimut, , gak tau juga kenapa posisi bacanya harus seperti itu hehee. 10 menit berlalu, tiba tiba kereta melaju sangat kencang dan lampu mati, yang saya rasakan waktu itu adalah mungkin kayak gini ya kalo naik roller coaster hahaha karena jujur aja belom pernah wkwkwk. Saat itu cuma berdoa biar kereta segera berhenti, seeettttt tiba tiba kereta berhenti dan hening.

KA malabar anjlok di tasikmalaya - Page 3 | KASKUS

sumber : Evakuasi Kereta Api Malabar

Heran juga waktu itu g panik banget, langsung menyalakan lampu hp dan mengamankan semua tas lead dan sendev yang ad di kursinya, apa saat itu saya lebih cinta harta hahahaha. Karena isinya laptop dan barang berharga semua. Kereta mulai rusuh, banyak yg mulai mencari palu pemukul kaca, kami terkunci dalam 1 gerbong karena pintu kedua gerbong tertutup dan palu pemukulan seperti membal terkena kaca, kaca kereta seperti punya kekuatan anti pukulan hahaha, gak pecah gaiss. Karena waktu itu memang saya juga lagi wa sama sahabat saya yang juga 1 kantor, saya infokan kalo kereta kami kecelakaan, dan dia membalas, “tapi kamu gpp say, skrng udah jalan lagi keretanya?” saat itu saya cuma bingung balasnya gimana wkkwkwkwkw.

Kembali ke kondisi kereta saat itu , orang orang mulai panik, suara istigfar dan alunan Allahuakbar mulai terdengar. Saya menyorotkan cahaya lampu dari hp ke arah jendela, mulai terdengar ramai di luar, sepertinya sudah ada penumpang dari gerbong lain yang bisa keluar dari kereta. Tiba tiba ada yang berteriak dari luar, “munduur munduurr, kita dobrak kacanya” dengan kekuatan sepatu cater pillar  dan sebuah tongkat besi pegangan kereta berhasil meremukkan kaca dan mengeluarkan kami dari gerbong eksekutif tersebut, ya itulah kekuatan super si sendev selain coding tingkat dewa. Kita menepi ke arah tebing kurang lebih 3 meter dari kereta, sepatu sudah hilang, tinggal kaki menyentuh tanah liat. Suasana masih gaduh, bahkan beberapa bule yang memang duduk di area depan keluar dengan kepala berlumuran darah. Setelah agak aman, sang sendev masuk kembali ke kereta untuk mengambil barang yang tersisa, saat itu lead kami berteriak untuk segera keluar  dari kereta karena takut kereta akan bergerak dan tidak bisa dikendalikan. Alhadmulillah semua barang kami saat itu masih lengkap termasuk oleh-oleh yang kami bawa, kecuali sepasang sepatu baru yang saya beli di matahari saat diskon. Sayapun menggantinya dengan sepatu slip on yang kebetulan memang dibawa saat perjalanan dinas tersebut.

Kami kemudian langsung menghubungi keluarga masing-masing dan saya hanya bisa menginformasikan kepada orang tua bahwa kami kecelakaan kereta dan kami gpp. Tapi saat itu mungkin yang agak deg degan adalah karena lead kami sedang menunggu kelahiran anak pertama, dan sendev kebetulan sudah menikah, jadi mungkin mereka lebih merasa khawatir di kondisi yang kami alami tersebut. Setelah menghubungi masing-masing keluarga, lead berinisiatif agar kami segera mengungsi, saat itu ada 2 tempat pengungsiang yaitu rumah warga sekitar dan statsiun pemberhentian selanjutnya, tapi kami memilih untuk mengungsi ke rumah warga di sekitar tasikmalaya. Kami masuk kembali ke kereta gerbong ekonomi untuk menyebrang, melewati bukit dan lembah serta kebun ubi warga sekitar, sepatu terasa tebal oleh tanah liat, perjalanan pun hampir ternyata tidak dekat juga. Kalo bisa dibayangkan sekarang, untung waktu itu masih kurus dan muda, jadi masih kuat menempuh penjalanan dengan liku-likunya.

Kami pun sampai di pemukiman dan diberikan tempat seperti aula yang kosong. Sendev dan lead yang memang temen temennya udah banyak di kantor sibuk dihubungi teman-temannya, kalo aq cuma nunggu sahabatku yang tiba tiba udah gak muncul lagi di wa yang ternyata tertidur dan menggunakan mode sleep di hpnya wkwkwkww sampai saat inipun kami masih tertawa jika menceritakan kembali kejadian saat itu hihihi. Kami duduk di lantai sambil menunggu kabar untuk evakuasi, sampai tengah malam sudah banyak warga yang datang memberikan bantuan, sendev sudah ganti style seperti orang yang mau mendaki, pakai tas ransel dan celana pendek hehe, sementara lead masih menggunakan setelan parlente hanya dibumbui aksesoris tanah liat dibeberapa bagian. Disini sih ngerasa banget berada di tim yang tepat, karena ternyata selain bisa bekerja sama dibawah tekanan pekerjaan ternyata kami mampu bertahan dibawah tekanan keadaan aseeekk hehe, gak ada yg ngeluh dan gak ada yang menyalahkan, semua bahu membahu untuk bisa di evaluasi bersama, karena kami bertiga sepakat untuk melakukan evakuasi mandiri dengan tidak kembali ke bandung. Karena saat itu itu informasi yang didapatkan, penumpang akan kembali ke bandung dan akan diberangkatkan besok paginya menggunakan kereta kembali.

Kami berkoordinasi dengan tim evakuasi agar bisa dibawa ke jalan raya untuk naik bis umum, akhirnya dapatlah 1 ambulan dan kami bertiga naik di dalamnya menyusuri jalan yang hanya bisa dilewati 1 mobil dengan posisi jurang di sisi sisinya. Di dalam mobil kami bertemu relawan dan diperlihatkan kondisi gerbong kami dengan kondisi kursi besi yang telipat lipat, puji syukur kami semua selamat saat itu. Sampai di jalan raya kami menunggu bis lewat hingga berjam jam dan akhirnya kami diperbolehkan naik dengan syarat harus ada berita acara di kebumen, karena saat itu aturannya tidak boleh sembarangan mengangkut penumpang di jalan. Sampai dikebumen kami di foto dan kemudian kami makan untuk mengisi perut yang sudah lapar. Perjalanan dilanjutkan ke jogja dan kamipun sampai di terminal giwangan  pada pukul 7 pagi.

Kami memesan taksi, dan sempat terjadi suasana hening ketika bapak driver taksi menanyakan kami dari mana, kondisi saya seperti bocah petualang yang bawa koper, kondisi sendev seperti orang habis turun gunung, yang paling apik kondisi lead kami dengan kemeja jas dan sepatu pantoeflnya hehehe..dan ketika kami infokan kami dari bandung setelah kecelakaan kereta, bapakpun hanya bisa terdiam dan mungkin takut apakah benar yang beliau bawa ini adalah benar manusia hehe, kamipun larut dalam pikiran masing-masing. 7 tahun berlalu, tidak ada dokumentasi yang tersisa dari kisah tersebut selain foto kereta di internet. Cerita tersebut akan selalu membekas sebagai bagian dari perjalanan kami dalam bekerja dan saat ini kami masih berada di perusahaan yang sama, walaupun dengan status dan divisi yang berbeda.

 

Dibalik Pandemi, Mendatangkan Banyak Syukur

corona

Gak kerasa kalau udah hampir 6 bulan jadi pekerja kantoran yang kerja dari rumah, adanya pandemi korona ini menyebabkan kami bekerja dari rumah, dengan fasilitas yang ada dan kondisi yang memang dikondisikan sehingga layak untuk bekerja. Tak ada yang menyangka ini akan terjadi, tak ada yang langsung menerima perubahan yang terlalu signifikan ini. Masih teringat jelas, di pertengahan maret, saat 2 orang sudah positif di jakarta, saya dan teman kantor masih ke serang untuk dinas karena tugas kantor. Memendam ketakutan tapi sambil waspada membawa alat pencegahan. Suasana agak suram, tapi lega bisa kembali ke yogyakarta dalam keadaan baik-baik saja, Alhamdulillah.

Sekarang sudah agustus, memandang kebelakang ternyata manusia memang mahluk yang cepat beradaptasi, bekerja dengan dikelilingi anak, sangat berat ku rasakan pada awalnya, sampai hampir menyerah ingin kembali ke kantor lagi. Kehilangan waktu berbincang dan waktu untuk diri sendiri membuat tubuh berasa lebih letih. Bahkan menjadi ibu sambil bekerja membuat tugas terasa tak ada hentinya. Tapi tak ada yang lebih baik selain memantapkan hati agar hari esok bisa lebih baik dari hari ini.

Hampir setiap malam, mata jarang mengantuk, waktu memang tidak bisa ku pastikan seperti dulu. Ketika orang bertanya bagaimana agar aku tidak merasa bersalah meninggalkan anak berkerja adalah karena memang aq memastikan tidak ada pekerjaan yang kubawa ke rumah setiap harinya, laptop tak pernah tersentuh di rumah, karena setelah sampai rumah, maka peranku pun berganti, menjadi ibu yang momong anak -anaknya. Tapi sekarang tak ada salahnya ku buka laptop di tengah malam, untuk mengganti pekerjaanku yang tadi siang ku tinggalkan. Herannya tak ada rasa bersalah untuk anak-anak, dan tak ada rasa bersalah untuk kantor, karena tak ku tinggalkan tanggungjawabku dikeduanya.

Dan hubungan dengan suami, semakin berkualitas, kadang kami pergi berdua untuk mencari perlengkapan rumah tangga, karena semenjak pandemi saya bahkan jarang ke minimarket, semua kebutuhan dibelikan oleh suami, suami jadi jago belanja, ntah ke pasar atau minimarket. Jadi kalau mendesak kami menggunakan waktu 2-3 jam untuk pergi keluar mencari perlengkapan yang dibutuhkan. yang dimana dulunya jarang kami lakukan karena tidak bisa meninggalkan anak anak di sabtu minggu, karena cuma itulah waktu kami yang paling senggang. 2-3 jam memang rasanya singkat, tapi ternyata kalau berkualitas bisa membahas banyak hal.

Pandemi ini juga menguji caraku bertetangga, caraku menyelesaikan masalah yang mungkin selama ini hanya kuhindari tidak aku selesaikan. Rsanya memang semua masalah datang dalam waktu yang sama, bertumpuk meminta prioritas, tapi membuatku belajar memilah dan memilih mana yang ahrus diselesaikan dalam waktu cepat, mana yang harus kupikirkan dulu dampaknya. Bahkan ada yang memang sengaja ku endapkan dulu, karena memang tidak semua masalah harus selesai dalam waktu yang cepat.

Pandemi, tentunya kami ingin ini cepat berlalu, tapi terima kasih karena telah memberikan kami waktu untuk melihat nikmat dari sudut pandang yang lain, menaikkan kepercayaan diri kami untuk bertahan dalam banyak keadaan.

Jadi Ibu kerja kantoran, pernahkah ingin resign?

Pernahhhh lahh... kira-kira gitu lah jawabannya hehe

Kebetulan aku tu kerja di salah satu perusahaan Teknologi Informasi di yogyakarta, dimana pekerjaannya memang sering melakukan perjalanan keluar kota. Waktu masih gadis sampe hamil anak pertama masih aman-aman aja, malah seneng banget bisa keliling indonesia. Karena memang seru banget dan banyak dapat pengalaman selama dinas keluar kota.

Kepikiran resign itu aku inget banget waktu hamil anak pertama, aku belum dapat orang yang bisa dipercaya buat bantu menjaga anak saat aq kerja dan juga belum kebayang tu nanti kalo aku keluar kota anakku sama siapa. Bahkan belum ngobrol sama suami, hanya angan-angan aja. Waktu itu yang ada di pikiranku, kalau aq minta keringanan sama perusahaan selama asi ekslusif pasti perusahaan akan ngasih keringanan, tapi gak mungkin seterusnya gak dinas luar kan, karena emang pekerjaan utamaku memang mengharuskan aku keluar kota, aku juga gak mau merugikan perusahaan dengan menolak melaksanakan pekerjaanku dan mendelagasikan ke orang lain.

Waktu itu aq sampaikan ke suami, suami kasih saran kalau aku resign aku gak boleh ngeluh kalau pemasukan kita terbatas, gpp resign tapi harus bersyukur sama pemasukan yang ada. Tapi, kalau aq tetep kerja suami bilang, kami akan sama sama berkomitment untuk saling support, kalau aku dinas luar kota maka suami yang akan menjaga anak-anak. Gak ngira banget sih ternyata itu adalah salah satu hal yang bikin aku yakin untuk tetap bekerja, walaupun di jaman anak pertama mom shaming soal ibu bekerja di rumah vs ibu bekerja dikantor itu lagi marah-maraknya😂😂. Yupp jadi dulu kayak ada anggapan ibu di rumah itu dianggap "ibu gak bekerja", dan ibu bekerja di kantor itu sering dianggap lebih mentingin karir daripada anak. Padahal sejatinya sama-sama ibu dan sama - sama bekerja. Bahkan banyak juga ibu yang bekerja dari rumah loh. Apapun pilihannya yang penting sesuai sama kondisi kita masing-masing.

Banyak sih orang-orang kantor yang bilang kalo aq tu kelihatan kayak gak susah atau sedih kalo ninggalin anak ke kantor atau luar kota. Tapi itu gak terjadi cuma pake jentikan jari gaiss hehe, ada pilihan berarti ada konsekuensi, karena aq memilih menjadi ibu bekerja di kantor, tapi banyak moment-moment untuk diriku sendiri atau main sama temen yang aku kurangin. Banyak kegiatan yang lagi booming yang gak bisa aku ikutin trendnya. Tapi alhamdulillah karena pilihan sendiri walaupun gak mudah tapi juga gak berat berat banget ngejalaninnya. So buat kalian yg sekarang bekerja ataupun dirumah, semua ada resiko yg harus kita ambil karena pilihan. Tapi pastikan bahwa kalian sendiri yang memilih dengan konsekuensi yg paling siap kalian tanggung, tetap semangat ya😊.


Mama jahat, aq gak mau sama mama

Sore tadi, kalimat itu terucap dari bibir anak pertamaku. Rasanya kayak patah hati hehe, ketawa tapi getir. Dia menangis, awalnya dia memelukku dan menangis. Gak pernah kebayang akhirnya kata -kata itu keucap loh dari anakku sendiri, anak laki-lakiku yang usianya baru 4 tahun 2 bulan.



nah ini aku mau bahas lagi ni, jadi semenjak ada corona jaga jarak bukan hanya soal fisik yang dibatasi jarak tapi juga ternyata berpengaruh pada komunikasi yang hilang. Apa yang kita sampaikan ternyata udah gak utuh. Ini kejadian banget di kehidupan sehari hari sekarang, kalo dulu sakit kepala mikir kerjaan, sekarang sakit kepala mikirin tetangga haha, yang mana tetangganya adalah sodara sendiri. Banyak kesalah pahaman yang terjadi dan gak bisa dijelasin karena cuma denger katanya-katanya aja.

Jadi usut punya usut, pertemanan sabrang akhir- akhir ini emang gak banget, gak tau apa karena sekarang aq lagi sering di rumah, terus jadi lebih detail soal lingkungan bermainnya. Bullying, iyaa bully. Hal yang paling aq takutkan akhirnya kejadian juga, rasanya tiap hari kepalaku penat mikirin strategi gimana biar sabrang gak di bully anak tetangga dan sepupunya yang usianya udah 6 tahun. Tiap hari rasanya gak bisa fokus mikirin gimana biar anak anak itu tobat hahaa, padahal mungkin mereka juga gak tau itu bully atau mungkin mereka hanya meniru lingkungan sekitar mereka.

Awalnya setiap bermain sabrang selalu menangis, karena ditinggal teman-temannya. Secara umurnya yg masih kecil tentu motoriknya belum berkembang seperti temen-temennya, yang mana kalo lari sering ketinggalan, main sepeda roda 2 belum bisa walaupun udah bisa pake balancing bike, tapi tetep kan gak bisa ngejar mereka yang udah ngebut. dan ini terjadi berkali-kali.

akhirnya aq bikin rule, yaitu sabrang boleh main tapi, kalo udah gak happy gak usah nangis, kalo udah gak nyaman mainnya pulang aja. Berhasil gak kira-kira? yup berhasil sabrang udah jarang banget nangis. Tapi apa bullynya berhenti? ternyata enggak. Sampai setiap bermain saya seperti induk harimau haha, penjagaan extra ketat di bantu sama yg momong, kami temani bermain, kami awasi teman temannya. dan ternyata jadi boom 😢. Yaiyalah ya kita yang dewasa aja pasti gak nyaman kalau kayak gitu apalagi anak kecil.

Tiap malem saat anak anak tidur aq evaluasi caraku menjaga kakak, 1 yang mulai kusadari, bahwa ini membuat lingkunganku dan anakku gak nyaman, bapek sama ortu anak yg bully, anak-anak juga takut main sama kakak karena takut sama mamanya hehe... sedikit sedikit ku longgarkan tapi tetap dengan rule yang sudah ku jelaskan ke kakak.

Tapi ternyata, boom nya keburu meledak, sore tadi terjadi lagi hal yang sama, kira kira gini lah perkataan si anak

Teman kakak     : "aq mau main ini aja lah, ayoo mainn sini"
Kakak                : "aq gak mau, aq mau main ini"
Teman kakak     : "ya udah, aq gak mau lah main sama kamu, aq mau main sama si B aja"
Kakak                :" ya udah aq mau main itu". kakak nyamperin temennya itu
Aq                     : " kak ayo pulang aja, kalau temannya gak mau main gpp gak usah dipaksa"
Teman kakak     : Lari pulang keruma
Kakak               : Menangis... " aq mau pulang ke rumah aja"
Aq                     : "Kakak Kenapa?"
Kakak               : "Mama jahat, aq gak mau sama mama, gara gara mama temenku pulang"


kemudian ku ajak pulang ke rumah, ku runutkan lagi peristiwanya. Ini selalu aq lakukan ya, merunut kejadian, jadi setelah kakak melakukan sesuatu pasti kami bercerita dan disini aq merunut kejadian yang terjadi sampai kakak menangis, aq tanyakan kenapa menangis, ternyata menurut dia mamanya lah yang menyebabkan temannya pulang. Karena mama memanggil waktu dia minta maaf ke temennya temennya jadi pulang. Sesederhana itu pemikiran anak kecil.

Kemudian aq tanyakan lagi, kakak maunya gimana? terus kakak bilang, kakak mau ketemu temennya minta maaf. akhirnya aq persilahkan.

aq pun langsung ke kamar, sambil kerja tapi mikir haha, ternyata dari kejadian ini aq amat bersyukur ini gak kejadian di usianya nanti ketika udah dewasa, disini juga aq menyadari ternyata aq yang gak pernah mempercayai anak ini, aq yang gak pernah kasih kepercayaan kalau dia udah bisa bermain, dia mampu menyelesaikan masalahnya sendiri. Dan yang paling penting bully itu gak bisa kita hindari, karena kita beradaptasi di suatu lingkungan yang gak bisa kita kendalikan apalagi lingkungan anak kita. Jadi bukan mencegah biar gak di bully tapi mendampingi bagaimana proses anak kita melewati bully.


Sorenya kakak pulang, dia sudah tersenyum. kemudian minta maaf. Terima kasih kak, sudah meyakinkan mama kalau anak mama hebat, anak mama bisa dipercaya dan anak mama mau berusaha belajar cara berteman😍. Besok kita coba lagi ya